Tradisi Menuba Masyarakat Pedalaman Lahei

Lahei adalah salah satu kecematan yang ada di Barito utara, Kalimantan tengah. Lahei adalah sebuah nama sungai karena kecamatan ini berada dimuara sungai Lahei maka disebutkan lah kecematan Lahei.

Di dalam sungai lahei adat istiadat dayak masih terasa walau mereka telah menggenal teknologi dari luar dan yang menjadi salah satu adat dayak dusun malang di dalam sungai lahei adalah menuba (meracuni ikan menggunakan akar tuba).

Jika musim kemarau tahunan telah tiba biasanya sungai lahei sangat surut dan hampir tidak berair kamu bisa dengan leluasa menyerang dari dari kedua sisi. Jika musim kemarau telah lama sekitar 1 bulan lebih biasanya orang orang akan membuat kesepakatan bisa antar kampung atau masyarakat satu kampung saja.

Tahap awal ketika kesepakatan telah didapatkan maka biasanya masyarakat yang ingin ikut biasanya harus mempunyai tuba 1 karung beras 25 kilo, dan jika tidak ada biasanya masyarakat bisa menggantinya dengan membawa lengkuas. Karena lengkuas akan di padukan bersama dengan tuba dalam mencari ikan.

Tahap kedua jika semua tuba dan lengkuas sudah terkumpul dari semua orang yang ingin ikut, maka malam sebelum mereka menuba akan ada acara menghancurkan tuba dan juga lengkuas sampai keluar sari atau getah dari tuba dan lengkuas tersebut. Sambil mereka menghancurkan tuba dan lengkuas mereka akan memberikan tumo (dongeng) mengenai asal usul dan kisah mengenai nenek moyang yang menuba dizaman dahulu, selain itu mereka akan meminum minuman khas dayak yaitu tuak.

Pada pagi hari setelah semua bahan telah hancur dan sarinya telah didapat, maka para tetua adat akan menebarkan getah tuba dari hulu kampung agar ikan yang berada di hilir sungai ikut mabuk dan mudah ditangkap. Jika getah tuba dan lengkuas telah ditebar maka para peserta yang ikut membuat gelombang beramai ramai agar getah tuba dan lengkuas benar benar tercampur air.

Biasanya dalam waktu 30 menit saja ikan ikan kecil akan mulai mabuk dengan ciri ciri ikannya berenang tidak seimbang dan tanpa arah, disinilah para peserta ramai berebut ikan yang mulai mabuk, jika sudah sampai 3 jam lebih ikan ikan besar pun mulai menunjukkan mabuk kehilangan navigasinya dalam berenang. Ikan ikan yang didapat bebas dibawa kerumah masing masing dan tanpa harus berbagi jikalau tidak ada yang minta.

Begitulah adat menuba suku dayak dan acara ini rutin setiap tahun diadakan didalam sungai lahei biasanya acara ini sangat ramai. orang orang dari kabupaten pun ada yang ikut menikmati keseruan berburu ikan yang mabuk. Dari pengalaman tidak ada orang yang pernah keracunan ketika mengkonsumsi ikan dari acara menuba ini karena bahan yang digunakan murni dari Alam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tradisi Menuba Masyarakat Pedalaman Lahei"

Post a Comment

Jika ada pertanyaan, kritik atau saran. Jangan sungkan untuk berkomentar disini :)