Toleransi Beragama Indonesia, Hal Kecil Yang Berarti Besar.

Indonesia dari dulu kala dikenal sebagai tempat yang mempunyai perbedaan umat beragama nya, ini bahkan sebelum Indonesia ini merdeka pada dulu kalanya. Agama asli Indonesia (tertua) adalah Hindu, jika di tempat saya agama Kaharingan (sekarang Hindu kaharingan).

Dari dulu perbedaan agama di Indonesia tidak menjadi alasan pemisah di antar penduduknya, walau pun di daerah daerah tertentu ada perbedaan pendapat yang memicu konflik bahkan tindakan anarkis lainnya.  Ini sebenarnya buruk dan sangat menyimpang dari nilai nilai kita sebagai masyarakat yang rasa toleransi nya tinggi, tetapi kita tidak bisa menyalahkan agamanya namun yang perlu disalahkan adalah ketidak pahaman orang tersebut terhadap agamanya sendiri.

Di tempat saya untung yang namanya intertoleran seperti di kota lain tidak ada, kami hidup berdampingan satu sama lain, bukan nya hanya agama yang membedakan kami hidup disini namun suku dan adat kami pun berbeda namun karena kami memegang teguh Toleransi Beragama membuat kami dapat berdampingan dengan damai.

Pada saat lebaran kami sebagai umat kristiani mengupayakan untuk memberikan bingkisan berupa makanan dan minuman untuk mereka (umat Muslim) merayakan hari besarnya. Dengan hati yang tulus suatu yang terlihat kecil namun memberikan arti besar terhadap kerukunan kami beragama. Jarak Mesjid dan juga Gereja tidak terlampau jauh hanya berjarak sekitar 200 meter dan pada saat umat Muslim melaksanakan Hari Raya Qurban kami umat Kristiani juga dibagikan bagian daging sapi sama rata dengan umat Muslim lainnya.
Bangga itu lah yang kami rasakan disini perbedaan diantara kami memberikan sebuah warna yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Jika Islam adalah Merah, Kristen adalah Biru, dan agama lainnya adalah Kuning yang memberikan perbedaan dengan menampilkan warna nya yang mencolok. Bukan kah indah jika kita melihat suami dan istri melakukan akad nikah? Apakah mereka sama? Tentu tidak mereka adalah insan dengan genre yang berbeda wanita dan laki-laki yang membutuhkan satu sama lainnya, sama hal nya dengan agama kita akan lebih baik, lebih kuat jika bersatu sama lain.

Neraka dan Sorga bukan hak kita untuk menghujam kepercayaan seseorang, tidak ada agama yang menyuruh untuk memaksakan seseorang masuk ke agama nya, karena agama berbicara bagaimana cara seseorang menilai dan karena pendapat seseorang berbeda beda makanya agama seseorang pun berbeda. Malah keberingasan kita dengan agama orang lain akan membawa kita ke neraka, tidak ada gunanya kita membahas sesuatu yang sangat sensitive namun lebih baik kita bersama sama membangun Indonesia kita ini.

Dalam heningnya Hari Raya Natal ini saya merasa sangat bangga karena kerabat kami yang muslim memberikan bingkisan natal untuk kami untuk dapat merayakan hari raya natal ini, konflik yang ada di Jakarta memang mencerminkan perang dalam selimut bagi umat beragama namun kami disini masih memegang teguh mengenai Toleransi semoga sikap sikap intoleran kita di musnahkan dan bersatu, bekerja sama membangun Indonesia tercinta ini. Kita tidak boleh mencerminkan kejelekan toleransi kita ke mata dunia Internasional namun kita berikan contoh ke Dunia luar bagaimana kita bisa hidup berdampingan tanpa ada konflik antara satu dan yang lainnya.

Demikian lah cerita saya mengenai toleransi kami beragama di Kalimantan tengah, memang kami kebanyakan mayoritas umat kristiani namun kami selalu terbuka dengan agama lain untuk berbaur dengan kami disini bersama sama membangun negeri tercinta INDONESIA.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Toleransi Beragama Indonesia, Hal Kecil Yang Berarti Besar."

Post a Comment

Jika ada pertanyaan, kritik atau saran. Jangan sungkan untuk berkomentar disini :)